Buku dan Majalah Ilmiah

Telusuri publikasi Buku dan Majalah Ilmiah atau cari berdasarkan judul.

Daftar publikasi

Ditemukan 29 publikasi.
Menampilkan 16–29 dari 29 publikasi.

Buku dan Majalah Ilmiah

JAKARTA RISE#20 : BUKU 2 : BISNIS & EKONOMI

Penulis / penyusun
Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Kearney
Tahun publikasi
2025

PDB ASEAN dan 17% terhadap PDB nasional pada 2023. Seiring pemindahan ibu kota ke Nusantara, Jakarta merumuskan visi baru untuk menjadi salah satu dari 20 kota global terbaik pada 2045. Di era globalisasi, peran kota sebagai motor ekonomi, budaya, dan inovasi semakin penting. Melalui Global Cities Index (GCI) Kearney, daya saing Jakarta diukur berdasarkan aktivitas bisnis, sumber daya manusia, pertukaran informasi, pengalaman budaya, dan keterlibatan politik. Namun, peringkat GCI Jakarta turun dari #54 (2015) menjadi #74 (2024) akibat kesenjangan di bidang SDM, informasi, dan budaya. Untuk membalikkan tren ini, Jakarta berfokus pada delapan prioritas, dengan buku ini menekankan Ekonomi yang Terdiversifikasi, Kuat, dan Inklusif. Strategi meliputi penguatan industri maju, transformasi kawasan pesisir, pengembangan kawasan ekonomi khusus, pemberdayaan UMKM dan startup, serta penciptaan iklim investasi yang kompetitif. Peta jalan transformasi dipandu kerangka #RISE melalui empat fase: Kesiapan (2025–2029), Pertumbuhan Inovatif (2030–2034), Transformasi Berkelanjutan (2035–2039), dan Kepemimpinan Global (2040–2045). Dengan langkah ini, Jakarta menargetkan pertumbuhan inklusif, berdaya saing tinggi, dan berperan sebagai pusat ekonomi global yang berkelanjutan.

Buku dan Majalah Ilmiah

MENDARAS KOTA, MENDENGAR WARGA: JAKARTA FUTURE FESTIVAL 2025

Penulis / penyusun
Utami Indira Sari, Yulistiana Rahmawati
Tahun publikasi
2025

Mendaras Kota, Mendengar Warga; Jakarta Future Festival 2025 merekam semangat dan suara kolektif dari Jakarta Future Festival 2025—sebuah ajang pertemuan ide di mana para pakar, perumus kebijakan, komunitas kreatif, dan warga yang berdialog untuk mengukir masa depan Jakarta. Di tengah perubahan besar setelah Jakarta tidak lagi menjadi ibu kota negara, buku ini mengajak pembaca menelusuri bagaimana kota ini dapat tumbuh menjadi kota global yang tetap berakar pada kemanusiaan, inklusivitas, dan menjunjung tinggi konsep pembangunan berkelanjutan. Melalui rangkaian diskusi, forum kreatif, dan percakapan publik, festival ini menjadi laboratorium hidup bagi gagasan-gagasan baru tentang tata kelola, lingkungan, mobilitas, kesetaraan, dan inovasi. Buku ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor—tempat data, kreativitas, dan partisipasi warga berpadu untuk menghadirkan solusi kota yang lebih adil dan tangguh. Pada akhirnya, Mendaras Kota, Mendengar Warga: Jakarta Future Festival 2025 bukan sekadar dokumentasi acara, melainkan cermin harapan bersama: bahwa kekuatan sejati Jakarta terletak pada warganya, pada keberagaman, serta pada kemauan untuk membangun masa depan Jakarta bersama.

Buku dan Majalah Ilmiah

TRANSFORMASI MODEL PERENCANAAN PARTISIPATIF (PARTICIPATORY PLANNING) PERKOTAAN

Penulis / penyusun
Dedi Kusuma Wijaya
Tahun publikasi
2025

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) merupakan mekanisme perencanaan partisipatif formal terbesar di Indonesia dan menjadi instrumen utama keterlibatan masyarakat dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), termasuk di Provinsi DKI Jakarta. Meskipun telah mapan secara kelembagaan dan menjangkau partisipasi publik yang luas, praktik Musrenbang masih cenderung berorientasi pada pengumpulan usulan kegiatan berbasis pengadaan. Kondisi ini membatasi ruang pendalaman masalah, sintesis lintas wilayah, serta perumusan solusi inovatif. Buku kajian ini mengkaji potensi penguatan Musrenbang melalui integrasi pendekatan Participatory City Governance (PCG), yang menekankan partisipasi berbasis pemecahan masalah, kolaborasi lintas sektor, dan eksperimen kebijakan yang adaptif. Berlandaskan kerangka participatory governance, collaborative governance, dan adaptive governance, kajian ini memposisikan PCG sebagai lapisan metodologis pelengkap Musrenbang. Model integrasi yang diusulkan mencakup penjabaran masalah di tingkat wilayah, sintesis lintas wilayah di tingkat kota, penyelesaian masalah melalui proses kolaboratif di tingkat provinsi, serta uji coba dan integrasi hasil ke dalam siklus perencanaan berikutnya. Kajian ini juga merefleksikan pelaksanaan piloting PCG yang difasilitasi oleh Karsa City Lab bersama Bappeda DKI Jakarta, yang menunjukkan peningkatan kualitas perumusan masalah, dialog lintas aktor, dan alternatif solusi yang lebih kontekstual. Secara keseluruhan, integrasi PCG berpotensi mentransformasikan Musrenbang menjadi proses perencanaan partisipatif yang lebih inklusif, adaptif, dan berdampak.

Buku dan Majalah Ilmiah

MOSAIK KOTA MENJELMA BANGSA

Penulis / penyusun
Belum tersedia
Tahun publikasi
2025

Jakarta merupakan representasi sejarah Indonesia yang mencerminkan perjalanan bangsa dari masa penjajahan hingga kemerdekaan. Kota ini menjadi saksi penting berbagai peristiwa nasional dan berperan sentral dalam pembentukan identitas Indonesia sebagai negara merdeka. Sejak era kolonial Belanda hingga pascakemerdekaan, Jakarta berkembang sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan kebudayaan. Pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno, Jakarta dibangun sebagai simbol kebanggaan nasional. Berbagai monumen dan patung, seperti Tugu Monas, Patung Selamat Datang, Patung Pembebasan Irian Barat, dan Patung Dirgantara, lahir dari gagasan Soekarno untuk menghadirkan landmark yang mencerminkan semangat revolusi dan kemajuan bangsa. Pembangunan monumen tersebut melibatkan sayembara desain serta kerja sama dengan seniman dalam dan luar negeri. Selain monumen, Soekarno juga membangun infrastruktur strategis, termasuk Stadion Gelora Bung Karno dan Jembatan Semanggi, sebagai bagian dari persiapan Asian Games IV tahun 1962. Meski demikian, beberapa gagasan simbolik, seperti penyimpanan bendera pusaka di Monas, belum terealisasi. Pasca-era Soekarno, Jakarta terus menambah elemen sejarah melalui pembangunan patung tokoh nasional seperti Patung Arjuna Wijaya dan Patung Jenderal Sudirman. Secara keseluruhan, Jakarta dapat dipandang sebagai jantung sejarah Indonesia, tempat narasi bangsa terus tumbuh dan berkembang.

Buku dan Majalah Ilmiah

SERIBU KAKI HALTE KOTA

Penulis / penyusun
Belum tersedia
Tahun publikasi
2025

Transformasi mobilitas Jakarta dalam dua dekade terakhir menandai perubahan besar dalam sistem transportasi perkotaan. Proses ini dimulai dengan pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta pada 2004, yang kemudian diperkuat dengan kehadiran moda berbasis rel seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT). Beragamnya pilihan transportasi publik tersebut telah meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan keterjangkauan mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di wilayah metropolitan Jakarta. Meskipun demikian, kemajuan tersebut masih dihadapkan pada sejumlah tantangan mendasar. Tingginya tingkat kemacetan, kebijakan kendaraan pribadi yang relatif longgar, serta integrasi antarmoda yang belum sepenuhnya optimal menunjukkan bahwa transformasi mobilitas belum berjalan secara menyeluruh. Pembangunan infrastruktur transportasi publik perlu diimbangi dengan kebijakan yang lebih tegas untuk mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Pengalaman kota-kota global seperti Singapura dan Tokyo menunjukkan bahwa keberhasilan sistem transportasi publik tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, tetapi juga oleh konsistensi kebijakan, pembatasan kendaraan pribadi, integrasi moda yang kuat, serta pemanfaatan teknologi transportasi cerdas. Oleh karena itu, Jakarta dapat mengadaptasi praktik-praktik tersebut sesuai dengan konteks lokal. Ke depan, pengembangan transportasi publik Jakarta perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan layanan, integrasi sistem, dan penguatan kebijakan, guna mewujudkan kota yang lebih efisien, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.

Buku dan Majalah Ilmiah

TAK TIDUR BERPENDAR CAHAYA

Penulis / penyusun
Belum tersedia
Tahun publikasi
2025

Tak Tidur Berpendar Cahaya mengkaji potensi ekonomi malam (night-time economy) Jakarta sebagai strategi pembangunan menuju kota global menjelang usia 500 tahun. Buku ini menegaskan bahwa aktivitas malam hari bukan sekadar perpanjangan jam operasional kota, melainkan ekosistem ekonomi, sosial, dan budaya yang mampu meningkatkan daya saing, kualitas hidup, serta penciptaan lapangan kerja. Penelitian menggunakan pendekatan berbasis data spasial melalui citra satelit VIIRS Nighttime Light yang dianalisis dengan ArcGIS untuk memetakan lebih dari 500 titik malam di Jakarta. Intensitas cahaya malam digunakan sebagai indikator objektif aktivitas manusia, perdagangan, hiburan, dan mobilitas. Hasil pemetaan menunjukkan variasi karakter ekonomi malam di setiap wilayah administratif: Jakarta Pusat sebagai simpul literasi dan ruang publik, Jakarta Selatan sebagai pusat gaya hidup dan komunitas, Jakarta Barat berbasis sejarah dan budaya, Jakarta Timur sebagai tulang punggung logistik, Jakarta Utara dengan destinasi kuliner dan hiburan skala besar, serta Kepulauan Seribu yang memiliki potensi wisata malam namun masih terkendala infrastruktur. Survei terhadap 550 responden memperlihatkan dominasi generasi milenial dan Gen Z dalam aktivitas malam, dengan preferensi kuat pada kuliner, ruang publik, dan interaksi sosial. Namun, tantangan utama meliputi keamanan, penerangan, kebersihan, serta keterbatasan transportasi publik malam.

Buku dan Majalah Ilmiah

BUKU, KATA SEPANJANG USIA

Penulis / penyusun
Belum tersedia
Tahun publikasi
2025

Buku Buku, Kata Sepanjang Usia: Jakarta Kota Sastra mengkaji perjalanan panjang Jakarta sebagai pusat literatur dan sastra yang membentuk identitas kota sejak abad ke-16 hingga era kontemporer. Disusun berbasis riset, buku ini menempatkan Jakarta tidak hanya sebagai pusat administrasi dan ekonomi, tetapi juga sebagai ruang kultural tempat kata, cerita, dan gagasan tumbuh serta berinteraksi dengan dinamika sosial perkotaan. Sejarah perbukuan, penerbitan, perpustakaan, komunitas sastra, hingga ruang-ruang kreatif menjadi fondasi utama ekosistem sastra Jakarta. Buku ini menelusuri jejak institusi penting seperti toko buku kolonial, Balai Pustaka, perpustakaan umum dan sekolah, serta peran kawasan-kawasan ikonik seperti Pasar Senen dan Taman Ismail Marzuki sebagai simpul pertemuan seniman dan sastrawan. Selain itu, dibahas pula kontribusi manuskrip lokal seperti Naskah Pecenongan sebagai warisan sastra Betawi yang memperkaya khazanah literasi nasional. Penetapan Jakarta sebagai Kota Sastra Dunia oleh UNESCO pada 2021 menjadi titik penting yang dianalisis secara kritis, termasuk peluang dan tantangan penguatan kebijakan, infrastruktur, dan diplomasi sastra. Buku ini menegaskan bahwa sastra merupakan bagian integral dari pembangunan kota berkelanjutan, identitas global, serta modal budaya Jakarta dalam menyongsong usia 500 tahun.

Buku dan Majalah Ilmiah

JEJAK LIDAH JEJAK SELERA

Penulis / penyusun
Belum tersedia
Tahun publikasi
2025

Buku Jejak Lidah, Jejak Selera: 500 Titik Kuliner Jakarta merupakan kajian komprehensif yang memetakan dan menafsirkan kekayaan kuliner Jakarta sebagai cerminan sejarah, dinamika sosial, dan struktur ruang kota. Disusun dalam rangka menyongsong 500 tahun Jakarta, buku ini mengangkat kuliner tidak semata sebagai praktik konsumsi, tetapi sebagai warisan budaya, penggerak ekonomi kreatif, serta instrumen diplomasi budaya menuju kota global. Melalui pendekatan urban gastronomy, buku ini memadukan riset data digital, survei publik, dan reportase lapangan untuk mengkurasi 500 titik kuliner yang telah bertahan minimal lima tahun. Hasil pemetaan menunjukkan dominasi kuliner Nusantara, keberlanjutan kuliner Betawi di tengah modernisasi, serta kuatnya peran usaha mikro dan kaki lima sebagai tulang punggung ekonomi perkotaan. Kuliner Jakarta juga dibaca melalui klaster wilayah—Jakarta Pusat, Selatan, Barat, Utara, dan Kepulauan Seribu—yang masing-masing merepresentasikan jejak sejarah dan karakter sosial yang berbeda. Lebih jauh, buku ini menegaskan bahwa kuliner Jakarta adalah hasil akulturasi panjang lintas etnis dan global, dari pengaruh Tionghoa, Arab, India, hingga Eropa. Dengan narasi historis dan spasial yang kuat, buku ini menjadi pijakan penting bagi perumusan kebijakan kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif Jakarta yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Buku dan Majalah Ilmiah

PULANG LAGI KE BAHARI

Penulis / penyusun
Belum tersedia
Tahun publikasi
2025

Tantangan dan strategi Jakarta menuju kota maritim masa depan, dengan fokus pada penurunan muka tanah, banjir rob, polusi lingkungan, dan ketahanan iklim. Pelabuhan Nizam Zachman contohnya, mengalami banjir rob hingga 4–5 kali sebulan, mengganggu operasional dan mengancam kerugian besar. Penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah berlebihan menjadi isu kritis, diperparah oleh polusi lingkungan dan kemacetan lalu lintas di sekitar pelabuhan. Untuk mengatasi ini, Jakarta perlu menghentikan eksploitasi air tanah dan meningkatkan cakupan layanan air perpipaan hingga 100% pada 2030. Strategi lainnya termasuk menerapkan kebijakan Green Port dan Onshore Power System (OPS) untuk mengurangi polusi, meningkatkan efisiensi logistik melalui digitalisasi pelabuhan, dan mengembangkan ekonomi biru berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Pilar utama untuk mencapai visi kota maritim ini meliputi Resiliensi Pesisir dan Ketahanan Iklim, Transformasi Tata Kelola Maritim dan Aglomerasi, Fungsi Ekonomi Maritim Global, dan Ekonomi Biru dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir. Dengan demikian, Jakarta dapat mewujudkan visi sebagai kota maritim yang maju, berkelanjutan, dan berketahanan iklim global. Dalam jangka panjang, Jakarta perlu mengadopsi kerangka kerja internasional dan strategi ketahanan iklim yang diacu dari model global terkemuka. Ini akan membantu Jakarta mengatasi tantangan eksistensial seperti penurunan muka tanah, krisis air bersih, dan kebutuhan akan tata kelola regional yang terintegrasi

Buku dan Majalah Ilmiah

BERPUMPUN BERDENTAM LANGGAM JAKARTA

Penulis / penyusun
Belum tersedia
Tahun publikasi
2025

Buku ini lahir dari sebuah optimisme yang mendalam, sekaligus kesadaran akan tantangan nyata, terkait potensi luar biasa Jakarta sebagai pusat kegiatan global dan festival. Jakarta telah membuktikan dirinya sebagai magnet bagi pergelaran artis-artis dunia maupun kegiatan bertaraf internasional, ditopang oleh fondasi infrastruktur yang mumpuni. Penulisan buku ini cukup panjang. Dimulai dari penggalian ide dan bagaimana poin-poin itu dikristalkan dalam sejumlah policy brief yang ditulis oleh tim dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) DKI Jakarta. Dari sana kemudian dibuat riset dan penelitian yang dilakukan oleh tim dari Tempo. Kedua bahan itulah yang kemudian dihidupkan dengan reportase dan wawancara yang dilakukan oleh para penulis buku ini. Ramuan dari berbagai sumber dan penelitian itulah yang membuat buku ini memiliki fondasi yang kuat, namun sekaligus enak dibaca. Hal ini dimungkinkan karena buku ini ditulis dengan gaya literary journalism atau jurnalisme sastrawi. Dari sejumlah data dan wawancara itulah kami menyadari betapa besar potensi Jakarta sebagai kota event dan festival. Ada sejumlah potensi yang membuat kita optimistis. Kota ini telah dilengkapi dengan venue berstandar dunia, seperti Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta International Stadium (JIS), dan Jakarta International Convention Center (JICC), yang siap menjamu event MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) berskala besar. Infrastruktur transportasi publik seperti TransJakarta dan MRT telah menjadi tulang punggung yang vital, senantiasa beradaptasi melalui modifikasi rute untuk mendukung mobilitas pengunjung selama acara-acara besar. Event-event ini bukan hanya perayaan sesaat, melainkan motor penggerak roda ekonomi yang kuat. Perputaran uang mencapai triliunan rupiah dalam ajang seperti Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2025 dan Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2025, bahkan kegiatan olahraga seperti BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2025 memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Namun, nilai ekonomi tertinggi tidak hanya datang dari transaksi, melainkan dari pengalaman unik dan berkesan yang dirasakan pengunjung (Visitor Experience Management atau VEM), yang memerlukan ekosistem terpadu untuk menggandakan multiplier effect. Event yang sukses sangat bergantung pada sinergi kolektif dan partisipasi publik. Kami melihat bagaimana komunitas, yang dicirikan memiliki kesadaran diskursif, berperan aktif, mulai dari komunitas pelajar yang menggagas pensi hingga kolaborasi dalam festival besar seperti Synchronize Fest. Acara inklusif seperti Car Free Day (CFD) adalah contoh nyata festival rakyat yang membuka ruang bagi partisipasi akar rumput, bahkan sebagai pelaku ekonomi. Namun, Jakarta tidak boleh hanya berfokus pada akselerasi global dan mengabaikan akar lokalnya, karena hal itu berisiko menghilangkan 'jiwa' dan karakter kota. Pelestarian budaya lokal, terutama Budaya Betawi, melalui festival-festival seperti Lebaran Betawi dan Festival Bandeng Rawa Belong, sangatlah penting. Kebudayaan Betawi, dengan sifatnya yang inklusif dan global, memiliki potensi besar untuk diangkat ke kancah internasional. Kuncinya adalah memberikan ruang dan peran lebih besar kepada masyarakat dan generasi muda untuk berkreasi. Menuju masa depan yang lebih baik, Jakarta harus segera mengatasi sejumlah tantangan. Tantangan terbesar termasuk menciptakan IP (Intellectual Property) lokal yang unik dan ikonik agar Jakarta tidak lagi dianggap "kering" dari festival berskala besar. Selain itu, perbaikan harus dilakukan pada perizinan yang lebih efisien dan transparan, seperti yang diupayakan melalui digitalisasi, serta memperkuat konektivitas global karena Jakarta saat ini belum menjadi hub penerbangan regional. Terakhir, pembangunan harus dituangkan dalam rencana jangka menengah dan panjang yang didukung oleh sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat, serta upaya memperbanyak ruang publik gratis untuk kreativitas masyarakat. Buku ini berupaya memaparkan peta jalan yang komprehensif ini, memastikan bahwa perjalanan Jakarta menuju Kota Global dan Kota Festival adalah perjalanan yang bertumpu pada infrastruktur modern, dikendalikan oleh kekuatan ekonomi festival, dijalankan dengan sinergi kolektif, dan berakar kuat pada denyut lokalnya.

Buku dan Majalah Ilmiah

GELIAT ASA KAMPUNG KOTA

Penulis / penyusun
Belum tersedia
Tahun publikasi
2025

Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia, memiliki sejarah panjang dan kompleks. Dari zaman penjajahan Belanda hingga kemerdekaan, Jakarta telah memainkan peran penting dalam sejarah Indonesia. Namun, di balik gemerlapnya kota, terdapat cerita tentang kampung-kampung kumuh yang hidup di bawah bayang-bayang kemiskinan dan ketidakadilan. Pramoedya Ananta Toer, sastrawan besar Indonesia, pernah menulis tentang kondisi kampung Kebon Jahe Kober di Jakarta Pusat pada 1950-an. Kampung ini, yang hanya berjarak 500 meter dari Istana Negara, hidup dalam kondisi yang sangat kumuh dan tidak sehat. Pram sendiri tinggal di kampung itu selama lebih dari dua tahun dan menulis tentang pengalaman tersebut. Masalah perkampungan kumuh di Jakarta bukanlah hal baru. Pada era kolonial, pemerintah Belanda telah mencoba untuk memperbaiki kondisi kampung-kampung di Batavia, namun upaya tersebut tidak terlalu berhasil. Setelah kemerdekaan, pemerintah Indonesia juga telah mencoba untuk menata kampung-kampung di Jakarta, namun hasilnya masih belum memuaskan. Buku ini mencoba untuk menengok ke belakang dan meneropong ke depan bagaimana Jakarta menata kampung-kotanya, serta dapat menjadi referensi yang berguna bagi siapa saja yang ingin memahami sejarah dan perkembangan kampung-kota di Jakarta.

Buku dan Majalah Ilmiah

KEBUDAYAAN SEBAGAI INSTRUMEN KOTA GLOBAL: PENGUATAN EKOSISTEM BUDAYA, MUSEUM, DAN DIPLOMASI KOTA JAKARTA

Penulis / penyusun
Belum tersedia
Tahun publikasi
2026

Buku ini mengkaji kebudayaan sebagai instrumen strategis dalam pembangunan kota global dengan menjadikan Jakarta sebagai fokus utama analisis. Berangkat dari dinamika urbanisasi global, krisis iklim, disrupsi teknologi, dan meningkatnya kecemasan sosial perkotaan, kajian ini menempatkan kebudayaan bukan sekadar sektor simbolik, melainkan kerangka kerja pembangunan kota yang integratif. Melalui pendekatan komparatif, buku ini menelaah pengalaman Amsterdam dalam merayakan ulang tahun kota ke-750 dan pengelolaan ekosistem museum sebagai praktik kebijakan budaya berorientasi jangka panjang. Pembelajaran tersebut kemudian diterjemahkan secara kontekstual untuk menjawab tantangan Jakarta dalam mempersiapkan peringatan 500 tahun kota dan perannya sebagai tuan rumah World Cities Culture Forum (WCCF) 2027. Buku ini menyoroti pentingnya partisipasi warga, tata kelola kolaboratif, serta peran museum sebagai infrastruktur kebudayaan permanen yang mendukung kohesi sosial, diplomasi kota, dan ekonomi kreatif. Dengan mengintegrasikan pembelajaran global dan konteks lokal, buku ini menawarkan kerangka kebijakan kebudayaan yang relevan bagi transformasi Jakarta menuju kota global yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing jangka panjang.

Buku dan Majalah Ilmiah

Voluntary Local Review Jakarta 2024: Membangun Kota Global yang Layak Huni dan Berkelanjutan

Penulis / penyusun
Andhika Ajie
Tahun publikasi
Belum tersedia

Jakarta, sebagai kota metropolitan terbesar di Indonesia, menghadapi tantangan pembangunan kompleks, mulai dari pertumbuhan populasi hingga dampak perubahan iklim. Pemindahan ibu kota ke Nusantara turut menjadi tantangan dan peluang untuk Jakarta bertransformasi menjadi kota global. Voluntary Local Review (VLR) Jakarta 2024 hadir sebagai alat untuk menyelaraskan langkah pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) dengan tema “Membangun Kota Global yang Layak Huni dan Berkelanjutan,” yang menekankan kelayakan huni, lingkungan, dan aksesibilitas. Selama tahun 2023, Jakarta mencatat kemajuan dalam penurunan kemiskinan dan penguatan ekonomi, disertai peningkatan infrastruktur publik, layanan dasar, serta pengelolaan sampah dan transportasi ramah lingkungan. Pemerintah juga fokus pada ketahanan iklim dan penggunaan energi terbarukan. Akses terhadap air minum layak, sanitasi, dan perumahan membaik, bersamaan dengan penurunan emisi gas rumah kaca dan peningkatan kualitas lahan. Di sisi hukum dan tata kelola, terjadi penurunan angka kematian akibat konflik dan peningkatan standar pelayanan publik. Dalam RAD TPB 2023–2026, dari 154 indikator, 64,2% memiliki data, dengan 68,7% telah mencapai target 2023. Pilar hukum dan tata kelola menunjukkan kinerja terbaik, sementara pilar ekonomi masih menghadapi tantangan. Secara keseluruhan, Jakarta menunjukkan kemajuan menuju kota global yang berkelanjutan dan layak huni.

Data Statistik Pengunjung Website Portal Bappeda DKI Jakarta

Statistik

3,438

Jumlah Pengunjung

1,263

Pengunjung Hari ini

5,172

Pengunjung Aktif

4,874

Jumlah Halaman Dikunjungi

Aksesbilitas
Perbesar Text
Kecilkan Text
Readable Font
Atur Ulang / Reset