BERPUMPUN BERDENTAM LANGGAM JAKARTA BERPUMPUN BERDENTAM LANGGAM JAKARTA

BERPUMPUN BERDENTAM LANGGAM JAKARTA

EFRI RITONGA
TEMPO
FRISKI RIANA
TEMPO
MARVELA
TEMPO
Keywords: Berpumpun Berdentam, Langgam Jakarta, Kota global Jakarta, Event dan festival, Industri MICE, Ekonomi kreatif perkotaan, Pariwisata Jakarta, City branding, Pembangunan berbasis event, Menyongsong 500 Tahun Jakarta
Spesifikasi Buku
Judul BERPUMPUN BERDENTAM LANGGAM JAKARTA
Penyusun
EFRI RITONGA, FRISKI RIANA, MARVELA
Penerbit Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta
Tahun Publikasi 2025
Jumlah Halaman 240
ISBN 978-634-04-7253-0
Sinopsis Buku ini lahir dari sebuah optimisme yang mendalam, sekaligus kesadaran akan tantangan nyata, terkait potensi luar biasa Jakarta sebagai pusat kegiatan global dan festival. Jakarta telah membuktikan dirinya sebagai magnet bagi pergelaran artis-artis dunia maupun kegiatan bertaraf internasional, ditopang oleh fondasi infrastruktur yang mumpuni. Penulisan buku ini cukup panjang. Dimulai dari penggalian ide dan bagaimana poin-poin itu dikristalkan dalam sejumlah policy brief yang ditulis oleh tim dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) DKI Jakarta. Dari sana kemudian dibuat riset dan penelitian yang dilakukan oleh tim dari Tempo. Kedua bahan itulah yang kemudian dihidupkan dengan reportase dan wawancara yang dilakukan oleh para penulis buku ini. Ramuan dari berbagai sumber dan penelitian itulah yang membuat buku ini memiliki fondasi yang kuat, namun sekaligus enak dibaca. Hal ini dimungkinkan karena buku ini ditulis dengan gaya literary journalism atau jurnalisme sastrawi. Dari sejumlah data dan wawancara itulah kami menyadari betapa besar potensi Jakarta sebagai kota event dan festival. Ada sejumlah potensi yang membuat kita optimistis. Kota ini telah dilengkapi dengan venue berstandar dunia, seperti Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta International Stadium (JIS), dan Jakarta International Convention Center (JICC), yang siap menjamu event MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) berskala besar. Infrastruktur transportasi publik seperti TransJakarta dan MRT telah menjadi tulang punggung yang vital, senantiasa beradaptasi melalui modifikasi rute untuk mendukung mobilitas pengunjung selama acara-acara besar. Event-event ini bukan hanya perayaan sesaat, melainkan motor penggerak roda ekonomi yang kuat. Perputaran uang mencapai triliunan rupiah dalam ajang seperti Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2025 dan Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2025, bahkan kegiatan olahraga seperti BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2025 memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Namun, nilai ekonomi tertinggi tidak hanya datang dari transaksi, melainkan dari pengalaman unik dan berkesan yang dirasakan pengunjung (Visitor Experience Management atau VEM), yang memerlukan ekosistem terpadu untuk menggandakan multiplier effect. Event yang sukses sangat bergantung pada sinergi kolektif dan partisipasi publik. Kami melihat bagaimana komunitas, yang dicirikan memiliki kesadaran diskursif, berperan aktif, mulai dari komunitas pelajar yang menggagas pensi hingga kolaborasi dalam festival besar seperti Synchronize Fest. Acara inklusif seperti Car Free Day (CFD) adalah contoh nyata festival rakyat yang membuka ruang bagi partisipasi akar rumput, bahkan sebagai pelaku ekonomi. Namun, Jakarta tidak boleh hanya berfokus pada akselerasi global dan mengabaikan akar lokalnya, karena hal itu berisiko menghilangkan 'jiwa' dan karakter kota. Pelestarian budaya lokal, terutama Budaya Betawi, melalui festival-festival seperti Lebaran Betawi dan Festival Bandeng Rawa Belong, sangatlah penting. Kebudayaan Betawi, dengan sifatnya yang inklusif dan global, memiliki potensi besar untuk diangkat ke kancah internasional. Kuncinya adalah memberikan ruang dan peran lebih besar kepada masyarakat dan generasi muda untuk berkreasi. Menuju masa depan yang lebih baik, Jakarta harus segera mengatasi sejumlah tantangan. Tantangan terbesar termasuk menciptakan IP (Intellectual Property) lokal yang unik dan ikonik agar Jakarta tidak lagi dianggap "kering" dari festival berskala besar. Selain itu, perbaikan harus dilakukan pada perizinan yang lebih efisien dan transparan, seperti yang diupayakan melalui digitalisasi, serta memperkuat konektivitas global karena Jakarta saat ini belum menjadi hub penerbangan regional. Terakhir, pembangunan harus dituangkan dalam rencana jangka menengah dan panjang yang didukung oleh sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat, serta upaya memperbanyak ruang publik gratis untuk kreativitas masyarakat. Buku ini berupaya memaparkan peta jalan yang komprehensif ini, memastikan bahwa perjalanan Jakarta menuju Kota Global dan Kota Festival adalah perjalanan yang bertumpu pada infrastruktur modern, dikendalikan oleh kekuatan ekonomi festival, dijalankan dengan sinergi kolektif, dan berakar kuat pada denyut lokalnya.
Published
2025-12-18
How to Cite

Ritonga, E., Riana, F., & Marvela. (2025). Berpumpun berdentam: Langgam Jakarta. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Tempo.

Artikel Terkait
Aksesbilitas
Perbesar Text
Kecilkan Text
Readable Font
Atur Ulang / Reset