| Judul | GELIAT ASA KAMPUNG KOTA |
| Penyusun |
KHAIRUL ANAM,
RIANI SANUSI PUTRI,
AHMAD FAIZ IBNU SANI
|
| Penerbit | Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta |
| Tahun Publikasi | 2025 |
| Jumlah Halaman | 214 |
| ISBN | 978-634-04-7494-7 |
| Sinopsis | Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia, memiliki sejarah panjang dan kompleks. Dari zaman penjajahan Belanda hingga kemerdekaan, Jakarta telah memainkan peran penting dalam sejarah Indonesia. Namun, di balik gemerlapnya kota, terdapat cerita tentang kampung-kampung kumuh yang hidup di bawah bayang-bayang kemiskinan dan ketidakadilan. Pramoedya Ananta Toer, sastrawan besar Indonesia, pernah menulis tentang kondisi kampung Kebon Jahe Kober di Jakarta Pusat pada 1950-an. Kampung ini, yang hanya berjarak 500 meter dari Istana Negara, hidup dalam kondisi yang sangat kumuh dan tidak sehat. Pram sendiri tinggal di kampung itu selama lebih dari dua tahun dan menulis tentang pengalaman tersebut. Masalah perkampungan kumuh di Jakarta bukanlah hal baru. Pada era kolonial, pemerintah Belanda telah mencoba untuk memperbaiki kondisi kampung-kampung di Batavia, namun upaya tersebut tidak terlalu berhasil. Setelah kemerdekaan, pemerintah Indonesia juga telah mencoba untuk menata kampung-kampung di Jakarta, namun hasilnya masih belum memuaskan. Buku ini mencoba untuk menengok ke belakang dan meneropong ke depan bagaimana Jakarta menata kampung-kotanya, serta dapat menjadi referensi yang berguna bagi siapa saja yang ingin memahami sejarah dan perkembangan kampung-kota di Jakarta. |
Anam, K., Putri, R. S., & Sani, A. F. I. (2025). Geliat Asa Kampung Kota. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan TEMPO