PULANG LAGI KE BAHARI PULANG LAGI KE BAHARI

PULANG LAGI KE BAHARI

RETNO SULISTYOWATI
TEMPO
EGI ADYATAMA
TEMPO
ARKHELAUS WISNU TRIYOGA
TEMPO
Keywords: Jakarta maritim, Sejarah kemaritiman Jakarta, Sunda Kelapa, Pulau Onrust, Pesisir dan kepulauan, Ekonomi biru (blue economy), Kota pesisir global, Infrastruktur dan logistik maritim, Masyarakat pesisir, Keberlanjutan lingkungan laut
Spesifikasi Buku
Judul PULANG LAGI KE BAHARI
Penyusun
RETNO SULISTYOWATI, EGI ADYATAMA, ARKHELAUS WISNU TRIYOGA
Penerbit Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta
Tahun Publikasi 2025
Jumlah Halaman 240
ISBN 978-634-04-7253-0
Sinopsis Tantangan dan strategi Jakarta menuju kota maritim masa depan, dengan fokus pada penurunan muka tanah, banjir rob, polusi lingkungan, dan ketahanan iklim. Pelabuhan Nizam Zachman contohnya, mengalami banjir rob hingga 4–5 kali sebulan, mengganggu operasional dan mengancam kerugian besar. Penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah berlebihan menjadi isu kritis, diperparah oleh polusi lingkungan dan kemacetan lalu lintas di sekitar pelabuhan. Untuk mengatasi ini, Jakarta perlu menghentikan eksploitasi air tanah dan meningkatkan cakupan layanan air perpipaan hingga 100% pada 2030. Strategi lainnya termasuk menerapkan kebijakan Green Port dan Onshore Power System (OPS) untuk mengurangi polusi, meningkatkan efisiensi logistik melalui digitalisasi pelabuhan, dan mengembangkan ekonomi biru berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Pilar utama untuk mencapai visi kota maritim ini meliputi Resiliensi Pesisir dan Ketahanan Iklim, Transformasi Tata Kelola Maritim dan Aglomerasi, Fungsi Ekonomi Maritim Global, dan Ekonomi Biru dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir. Dengan demikian, Jakarta dapat mewujudkan visi sebagai kota maritim yang maju, berkelanjutan, dan berketahanan iklim global. Dalam jangka panjang, Jakarta perlu mengadopsi kerangka kerja internasional dan strategi ketahanan iklim yang diacu dari model global terkemuka. Ini akan membantu Jakarta mengatasi tantangan eksistensial seperti penurunan muka tanah, krisis air bersih, dan kebutuhan akan tata kelola regional yang terintegrasi
Published
2025-12-18
How to Cite

Sulistyowati, R., Adyatama, E., & Triyogo, A. W. (2025). Pulang lagi ke bahari. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Tempo.

Artikel Terkait
Aksesbilitas
Perbesar Text
Kecilkan Text
Readable Font
Atur Ulang / Reset