Kajian
Telusuri publikasi Kajian atau cari berdasarkan judul.
Daftar publikasi
Ditemukan 4 publikasi.
Menampilkan 1–4 dari 4 publikasi.
Kajian
- Penulis / penyusun
- Arimbi Putik Apsari
- Tahun publikasi
- 2023
Kajian ini menganalisis keterkaitan pola sebaran stunting dengan distribusi bantuan pemerintah di DKI Jakarta sebagai upaya mendukung perumusan kebijakan penanggulangan stunting yang lebih tepat sasaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial berbasis data prevalensi stunting tingkat kelurahan serta data penyaluran bantuan sosial dan program intervensi gizi. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan tingkat prevalensi stunting antar wilayah, yang dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi, kualitas lingkungan, dan akses layanan kesehatan. Distribusi bantuan pemerintah telah menjangkau sebagian besar wilayah dengan prevalensi stunting tinggi, namun terdapat ketidaksesuaian antara lokasi prioritas dan jumlah bantuan yang diberikan. Hal ini dipengaruhi keterbatasan data, perbedaan kriteria sasaran, serta tantangan koordinasi lintas instansi. Rekomendasi kajian meliputi integrasi basis data stunting dan penerima bantuan, pemetaan prioritas intervensi berbasis spasial, peningkatan kualitas pendataan, serta penguatan koordinasi program lintas sektor. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dan lokasi dalam pengalokasian bantuan untuk mempercepat penurunan stunting secara efektif dan berkelanjutan di DKI Jakarta.
Kajian
- Penulis / penyusun
- Arimbi Putik Apsari
- Tahun publikasi
- 2022
Kajian ini menganalisis implementasi kebijakan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di DKI Jakarta, dengan fokus pada efektivitas, tantangan, dan dampaknya terhadap pemerataan akses pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan campuran, meliputi analisis dokumen kebijakan, survei terhadap orang tua, siswa, dan tenaga pendidik, serta wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem zonasi secara umum berhasil meningkatkan pemerataan akses bagi siswa di wilayah sekitar sekolah, mengurangi praktik diskriminasi berbasis prestasi atau kemampuan ekonomi, serta mendorong integrasi sosial. Namun, sejumlah tantangan teridentifikasi, antara lain keterbatasan kapasitas sekolah di wilayah padat penduduk, ketimpangan kualitas antar sekolah, dan kendala teknis dalam pelaksanaan pendaftaran daring. Rekomendasi kebijakan mencakup peningkatan pemerataan sarana prasarana, pelatihan tenaga pendidik, penyesuaian zonasi berbasis analisis demografi, dan penguatan komunikasi publik untuk mengurangi resistensi masyarakat. Kajian ini menegaskan pentingnya evaluasi berkala dan fleksibilitas kebijakan agar sistem zonasi dapat berfungsi optimal sebagai instrumen pemerataan akses pendidikan berkualitas di DKI Jakarta.
Kajian
- Penulis / penyusun
- Arimbi Putik Apsari
- Tahun publikasi
- 2022
IDENTIFIKASI PRIORITAS DETERMINAN KESEHATAN PERKOTAAN DALAM KESEHATAN PUBLIK PERKOTAAN DKI JAKARTA
Kajian
- Penulis / penyusun
- Arimbi Putik Apsari
- Tahun publikasi
- 2022
Kajian ini membahas fenomena bonus demografi di Indonesia, dengan fokus pada peluang dan tantangan yang dihadapi dalam memanfaatkannya untuk percepatan pembangunan, khususnya di DKI Jakarta. Bonus demografi terjadi ketika proporsi penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif, memberikan potensi peningkatan pertumbuhan ekonomi, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat. Analisis dilakukan melalui kajian data kependudukan, proyeksi demografi, serta indikator sosial-ekonomi yang memengaruhi optimalisasi bonus demografi. Hasil menunjukkan bahwa peluang dapat dimaksimalkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan akses pendidikan, penciptaan lapangan kerja produktif, penguatan sektor ekonomi berbasis teknologi, serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Tantangan utama meliputi ketimpangan pembangunan antarwilayah, pengangguran terdidik, rendahnya keterampilan kerja, dan risiko populasi menua sebelum puncak bonus demografi terkelola optimal. Rekomendasi strategis mencakup kebijakan lintas sektor yang terintegrasi, reformasi sistem ketenagakerjaan, dukungan kewirausahaan, serta investasi pada inovasi dan infrastruktur. Kajian ini menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang berbasis data untuk memastikan bonus demografi menjadi momentum emas, bukan beban pembangunan di masa depan.