| Judul | MOSAIK KOTA MENJELMA BANGSA |
| Penyusun |
LESTANTYA R. BASKORO,
UNTUNG WIDYANTO,
IDRUS FAHMI SHAHAB,
DODY HIDAYAT
|
| Penerbit | Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta |
| Tahun Publikasi | 2025 |
| Jumlah Halaman | 220 |
| ISBN | 978-634-04-7492-3 |
| Sinopsis | Jakarta merupakan representasi sejarah Indonesia yang mencerminkan perjalanan bangsa dari masa penjajahan hingga kemerdekaan. Kota ini menjadi saksi penting berbagai peristiwa nasional dan berperan sentral dalam pembentukan identitas Indonesia sebagai negara merdeka. Sejak era kolonial Belanda hingga pascakemerdekaan, Jakarta berkembang sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan kebudayaan. Pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno, Jakarta dibangun sebagai simbol kebanggaan nasional. Berbagai monumen dan patung, seperti Tugu Monas, Patung Selamat Datang, Patung Pembebasan Irian Barat, dan Patung Dirgantara, lahir dari gagasan Soekarno untuk menghadirkan landmark yang mencerminkan semangat revolusi dan kemajuan bangsa. Pembangunan monumen tersebut melibatkan sayembara desain serta kerja sama dengan seniman dalam dan luar negeri. Selain monumen, Soekarno juga membangun infrastruktur strategis, termasuk Stadion Gelora Bung Karno dan Jembatan Semanggi, sebagai bagian dari persiapan Asian Games IV tahun 1962. Meski demikian, beberapa gagasan simbolik, seperti penyimpanan bendera pusaka di Monas, belum terealisasi. Pasca-era Soekarno, Jakarta terus menambah elemen sejarah melalui pembangunan patung tokoh nasional seperti Patung Arjuna Wijaya dan Patung Jenderal Sudirman. Secara keseluruhan, Jakarta dapat dipandang sebagai jantung sejarah Indonesia, tempat narasi bangsa terus tumbuh dan berkembang. |
Baskoro, L. R., Widyanto, U., Shahab, I. F., & Hidayat, D. (2025). Mosaik kota menjelma bangsa. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Tempo.