Bappeda DKI Jakarta Menggelar Sidang Pleno Musrenbang 2025 Bappeda DKI Jakarta Menggelar Sidang Pleno Musrenbang 2025

Bappeda DKI Jakarta Menggelar Sidang Pleno Musrenbang 2025


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung didampingi Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali, serta Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania, membuka Musrenbang 2025.

Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Sidang Pleno Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Ruang Pola, Grha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta. Acara ini dibuka Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo pada Jumat (21/3/2025). Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali, serta Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania, turut mendampinginya.

Hadir secara daring dalam sidang pleno ini, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin, Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Ali Maulana Hakim, Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Uus Kuswanto, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan, Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Munjirin, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Iin Mutmainnah. Mereka satu per satu memaparkan rencana pembangunan di wilayahnya yang diserap dari masyarakat. Presentasi tersebut berasal dari hasil pelaksanaan Pra-Musrenbang (Rembuk RW) dan Musrenbang Kecamatan Terintegrasi Kelurahan 2025, potensi wilayah, rencana pengembangan kawasan, tantangan dan permasalahan wilayah, prioritas pembangunan wilayah, serta dukungan yang diharapkan dari Provinsi DKI Jakarta.

Sidang Pleno Musrenbang yang dilakukan secara hibrid di Ruang Pola, Grha Ali Sadikin, Gedung Balai Kota DKI Jakarta.

Usulan dan Tantangan Wilayah

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin memaparkan, ada 1.577 usulan yang diakomodasi dalam Rembuk RW pada 2025, meliputi 1.180 usulan fisik dan 397 usulan barang. Ia menambahkan, dalam tingkat Musrenbang Kecamatan Terintegrasi Kelurahan, ada 1.096 total usulan. Yang diakomodasi pada 2025 berjumlah 16,5%, sedangkan 83,5% lainnya akan diakomodasi pada 2026. Menurutnya, potensi kota administratif ini berupa pusat pemerintahan, di antaranya Istana Negara, kantor-kantor kementerian, serta Balai Kota Jakarta. Dalam sektor bisnis dan keuangan, kawasan Jalan Thamrin-Sudirman menjadi sentral, berdampingan dengan pusat perdagangan seperti Tanah Abang, 23 mal, serta pusat perdagangan lainnya. Kawasan Monas, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, Taman Ismail Marzuki, Gedung Kesenian Jakarta, Perpustakaan Nasional, 20 museum, serta gedung warisan masa lalu lainnya juga berada di Jakarta Pusat. Sedangkan dalam sektor Pertemuan, Insentif, Konvensi, serta Pameran (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition/MICE), Jakarta Pusat menaungi JCC Senayan dan Gelora Bung Karno. Wilayah ini juga didukung transportasi publik yang mengintegrasikan jalan-jalan utama yang dilalui KRL, MRT, LRT, Transjakarta, serta memiliki 15 stasiun kereta. Arifin menggarisbawahi rencana pengembangan kawasan Pasar Baru-Pecenongan-Juanda yang merupakan pusat perdagangan tertua di Jakarta sehingga bernilai sejarah, serta berlokasi strategis karena berdekatan dengan Monas, Stasiun Gambir, dan Jalan Juanda. Karena aktivitas bisnis di Pasar Baru menurun, ia menawarkan pengembangan pusat perdagangan itu menjadi kawasan pariwisata kota (urban tourism) yang memadukan potensi keberagaman etnis dan kuliner dari keberadaan gedung-gedung cagar budaya di sekitarnya. Selain Pasar Baru, kawasan Little India belum dapat menarik perhatian wisatawan, sebab tak terkoneksi akses antara Pasar Baru, Pecenongan, serta Juanda. Dengan demikian, sangat penting untuk memberi perhatian terhadap rencana pengembangan konektivitas tersebut.

 

Para peserta menyimak presentasi video yang diputar secara daring.

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim juga melaporkan rekapitulasi hasil verifikasi kelurahan dalam sistem e-Musrenbang berdasarkan jenis usulan pada 2025. Ia mengungkapkan, ada 1.944 total usulan, 1.378 di antaranya berhasil diakomodasi, sedangkan 566 usulan belum diakomodasi. Menurutnya, beberapa kawasan di Jakarta Utara memiliki potensi inovatif, misalnya kawasan Kampung Tugu dan Marunda. Kedua kawasan ini berpotensi sebagai tempat pelestarian sejarah, budaya, serta pemanfaatan ekonomi yang dapat dikembangkan sebagai Kawasan Desa Wisata Nasional, serta Wisata Religi dan Budaya yang bertaraf internasional. Di Marunda terdapat bangunan cagar budaya Rumah Si Pitung yang ikonik yang juga perlu dikembangkan. Ali menambahkan, pengintegrasian kawasan Jakarta International Stadium (JIS) dan Waduk Sunter Utara (Danau Cincin) berpotensi sebagai ruang ketiga sarana terpadu olahraga berstandar internasional, di samping ruang interaksi sosial yang dilengkapi dengan hutan kota. Wilayah ini pun memiliki hutan lindung dan hutan produksi Angke Kapuk yang berpotensi menjadi tempat wisata edukatif Coastal Botanical Garden (Kebun Raya Pesisir). Hutan mangrove seluas 203,11 hektare dapat berfungsi sebagai paru-paru kota dalam pengendalian polusi udara dan menahan abrasi laut. Ali meminta dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk dapat merevitalisasi Stadion Kamal Muara, karena sarana dengan luas 65.000 meter persegi ini berpotensi sebagai pusat kegiatan olahraga dan budaya. Selain revitalisasi stadion, Ali juga berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan, dengan pembangunan Puskesmas Kecamatan Pademangan yang kondisinya sudah tidak memadai. Untuk menanggulangi banjir rob, ia pun berencana melanjutkan pembangunan tanggul pengaman pantai (National Capital Integrated Coastal Development/NCICD) di Muara Angke, Ancol Barat, Pantai Mutiara, serta Kali Blencong.

Pemaparan lima wali kota dan Bupati yang dilakukan melalui aplikasi zoom.

Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Uus Kuswanto melaporkan pula hasil Musrenbang pada 2025 dengan 2.571 usulan di tingkat Pra-Musrenbang Kelurahan, yang terdiri dari 305 usulan barang dan 2.266 usulan fisik. Di tingkat Sidang Kelompok Kelurahan, ada 2.044 total usulan, sedangkan di tingkat Musrenbang Kecamatan sebanyak 1.974 usulan. Menurutnya, sebagai pusat pengembangan ekonomi, Jakarta Barat memiliki sepuluh destinasi wisata andalan, yaitu  Museum Sejarah Jakarta, Hutan Kota Srengseng, Hutan Kota Rawa Buaya, Hutan Kota Kembangan Utara, Sentra Flora dan Fauna (Flona) Semanan, Sentra Bunga Rawa Belong, Sentra Ikan Cupang Slipi, Masjid Pekojan, Vihara Jin De Yuan, serta Pasar Glodok Pancoran. Selain itu, Jakarta Barat memiliki beberapa lokasi wisata sejarah yang berpotensi sebagai pusat budaya, dengan sentral pengembangannya di kawasan Kota Tua. Secara geografis, wilayah ini berbatasan dengan Provinsi Banten, yang dilalui Jalan Tol Jakarta-Merak dan Jalan Lingkar Luar Jakarta serta dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta, sehingga sangat berpotensi sebagai pusat bisnis dan ekonomi, dengan pusat pengembangannya di Sentra Primer Barat. Dalam upaya penanggulangan banjir, Jakarta Barat memiliki 19 titik rawan banjir, dengan lima titik terawan, yakni RW 09 Rawa Buaya, Bojong Raya dan Bojong Kavling, Jalan Nurul Muslimin, Jalan Arjuna Selatan, serta Jalan Latumenten 1. Untuk mengatasi banjir di wilayah ini, telah dibangun saluran dan kolam olakan Green Garden, peningkatan kapasitas rumah pompa Patra, revitalisasi rumah pompa Tanjung Duren, dan pembangunan delapan lokasi pintu air. Uus mengharapkan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempercepat pembangunan Waduk Kamal Muara di Jakarta Utara yang bermanfaat di Kelurahan Tegal Alur, normalisasi Kali Semongol, serta pembangunan polder (sebidang tanah rendah yang dikelilingi oleh tanggul). Permasalahan lain yang masih meresahkan warga Jakarta Barat adalah kemacetan. Uus mencatat, ada 34 lokasi rawan kemacetan di daerah strategis. Karena itu, Pemkot Jakbar telah menerapkan rekayasa lalu lintas, memperbaiki geometrik ruas jalan dan persimpangan, serta menempatkan personil pada jam sibuk di lokasi-lokasi yang rawan kemacetan. Untuk mendukung upaya itu, diperlukan pelebaran jalan di empat lokasi, yaitu Jalan Kembang Kerep, Jalan Arjuna Utara, Jalan Arjuna Selatan, serta Jalan Joglo Raya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah), didampingi Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin (kiri), serta Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali (kanan), menanggapi usulan dan laporan.

Sedangkan penataan kawasan berlangsung di Meruya Selatan, Koridor Timur dan Barat Meruya Ilir, kawasan Meruya Utara, serta Taman Jalur Hijau Kosambi. Sementara, penataan kawasan yang telah dilakukan meliputi Sentra Primer Barat, Pancoran Glodok, serta zona hijau Rusunawa Daan Mogot (Pesakih) oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi DKI Jakarta.  Dalam optimalisasi pelayanan publik, Uus tidak memungkiri sejumlah kantor kecamatan dan kelurahan yang perlu direhabilitasi. Kantor Kecamatan Cengkareng dan Tambora, serta Kantor Kelurahan Duri Kepa, Kalideres, Joglo, dan Kedoya Selatan merupakan sejumlah tempat yang perlu secara khusus diperhatikan.

Pelaksana Tugas Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan juga melaporkan hasil pelaksanaan Musrenbang pada 2025. Diawali Pra-Musrenbang Kelurahan (Rembuk RW), ada 93 usulan yang masuk. Sedangkan lima usulan lainnya tidak lolos verifikasi, karena secara teknis tidak dapat dilaksanakan dan terkendala aset. Sedangkan di tingkat Musrenbang Kecamatan Terintegrasi Kelurahan telah berhasil dibahas 88 usulan, terdiri dari enam usulan yang belum terakomodasi, 32 usulan yang diakomodasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025, serta 50 usulan diakomodasi Rencana Kerja (Renja) 2026 yang akan dibahas dalam Musrenbang Kabupaten. Kabupaten Kepulauan Seribu memiliki Pantai Sakura dan Jembatan Pengantin di Pulau Untung Jawa sebagai wisata alam serta keluarga. Selain itu, ada pula Jembatan Cinta di Pulau Tidung Besar dan spot scuba diving di Pulau Sepa. Sedangkan terkait wisata sejarah serta religi, Pulau Kelor menaungi Benteng Martello di Pulau Kelor dan Onrust. Reruntuhan Rumah Sakit dan Asrama Haji zaman Belanda yang berada di Pulau Kahyangan pun sangat berpotensi menarik minat wisatawan, selain makam raja dan tokoh agama yang bertempat di Pulau Tidung serta Pulau Panggang. Wisata kuliner di antaranya Resto Nusa Keramba di Kelurahan Pulau Panggang dan Resto Harun di Pulau Harapan. Fadjar menyebut beberapa inovasi yang sudah dilaksanakan pada 2025. Misalnya, pengembangan sarana dan prasarana pendukung guna mengoptimalkan potensi pariwisata Kepulauan Seribu, seperti pembangunan akses jalan dan breakwater, pemeliharaan kebersihan lingkungan, serta peningkatan lampu pencahayaan jalan. Di samping itu, penataan kawasan untuk menghadirkan ruang publik pun dilaksanakan. Hal ini diharapkan bernilai guna bagi masyarakat dan wisatawan, sekaligus mendorong pertumbuhan kunjungan wisata di sejumlah pulau, di antaranya Pulau Untung Jawa yang dikerjakan bersama Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) terkait di Kepulauan Seribu. Dalam sektor transportasi, sudah ditingkatkan layanan transportasi kapal kayu sewaan atau ojek sebagai sarana mobilitas antarpulau, guna mendukung konektivitas dan aksesibilitas bagi masyarakat serta wisatawan, sehingga akan ditingkatkan menjadi JakLingko. Fadjar mencanangkan pula beberapa inovasi yang akan dilaksanakan pada 2026, di antaranya penataan kawasan di satu pulau untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan fasilitas umum, termasuk Pulau Kelapa. Di samping itu, akan diadakan pula fasilitas kapal feeder untuk menghubungkan pulau-pulau wisata, semisal Cipir, Kelor, dan Onrust. Pun akan dilakukan kajian lebih lanjut terkait rencana penataan pulau tematik seperti Pulau Kucing, sebagai peningkatan daya tarik wisata flora fauna sekaligus konservasi hewan di Kepulauan Seribu. Lebih lanjut, Fadjar mengevaluasi beberapa permasalahan, seperti keterbatasan air bersih dan transportasi, selain kebutuhan Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) serta energi. Dukungan Pemprov DKI Jakarta penting untuk sinergi dan koordinasi antara Dinas Sumber Daya Air (SDA) dengan Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya, guna memenuhi kebutuhan air bersih melalui Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau teknologi yang mampu mengolah air laut menjadi air tawar. Dukungan lain bisa berupa kajian rute transportasi terintegrasi dan terjadwal yang dilakukan Dinas Perhubungan bersama Transjakarta untuk menghubungkan antarpulau. Diperlukan pula pengadaan kapal jenazah dan pembangunan desain dermaga yang ramah disabilitas serta lansia. Dalam sektor SPBU dan energi, Fadjar memantik inisiasi perjanjian kerja sama dengan Pertamina untuk pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kepulauan Seribu yang dikoordinasikan oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi). Dibutuhkan pula intervensi Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk meningkatkan pasokan listrik. Di akhir paparannya, Fadjar mengungkapkan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten untuk memajukan pembangunan di wilayah ini.    

Dalam pemaparannya, Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Munjirin menyebutkan hasil penyelenggaraan Musrenbang di wilayahnya. Sebanyak 567 RW telah melaksanakan Rembuk RW dengan menampung sebanyak 2.420 usulan, terdiri dari 2.016 usulan fisik dan 404 usulan barang. Ia mengelaborasi lebih jauh 111 usulan yang dapat diakomodasi pada 2025, sedangkan 1.530 usulan akan diakomodasi pada 2026. Penanganan banjir menjadi isu prioritas bagi wilayah ini, yang 49 RW di sembilan kelurahannya rawan banjir. Munjirin menambahkan, telah dilakukan berbagai upaya untuk mengatasi banjir, antara lain melalui pembangunan jacking (konstruksi pemasangan pipa di bawah permukaan tanah) di Ciledug Raya dan Dharmawangsa. Selain itu, diupayakan pula pembangunan saluran di Jl. Denpasar Raya, pembangunan pintu air di Patra, Dharmawangsa, serta Jl. H. Ipin. Upaya lainnya pembangunan Embung Pemuda, Srengseng Sawah, serta di depan SDN 01, Petukangan Selatan. Ia pun mengemukakan beberapa target pembangunan yang akan direalisasikan pada 2025, antara lain Embung Dharmajaya, sistem saluran di 21 lokasi, pintu air di enam lokasi, serta pemeliharaan dinding penahan tanah. Lebih jauh, Munjirin juga mengungkapkan beberapa proyeksi pembangunan yang akan dilaksanakan pada 2026, di antaranya pembangunan saluran di 25 lokasi serta pintu air di sepuluh lokasi. Ia membutuhkan dukungan perangkat daerah di tingkat provinsi untuk penguatan tanggul Kali Cideng Atas, penanganan genangan kawasan Fatmawati, H. Nawi, pembangunan waduk/ embung Kebagusan dan Cilandak, Pondok Labu, serta perbaikan dinding turap Kali Krukut. Selain isu banjir, Jakarta Selatan merupakan wilayah dengan tingkat kemacetan yang cukup tinggi. Pemkot Jaksel telah mengupayakan pelebaran Jalan Ciledug Raya, di depan Universitas Budi Luhur, pelebaran jalan dan perbaikan radius tikung di Jalan Tunda Bara, Kelurahan Cilandak Barat, serta pembuatan lay bay (tempat berhenti sementara kendaraan yang menurunkan penumpang) di depan Taman Kompleks Brimob, Pasar Minggu. Munjirin pun menyatakan, penting menginisiasi kajian pembangunan cable car (kereta gantung) UI-Ragunan, kajian pembangunan jalan layang non-tol Mampang Prapatan (koridor Kuningan-Ragunan), pembangunan gedung parkir di kawasan Senopati, serta pembuatan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan SMK Al-Falah, Jl. Mampang Prapatan Raya. Dalam penataan kawasan, ia mengusulkan realisasi penataan trotoar dan bangunan pelengkap di beberapa jalan raya strategis, seperti Darmawangsa Raya, Tebet Utara I, lanjutan Wijaya II, kawasan taman Bintaro Barat, Prapanca, Bango Raya, serta Kemang Utara IX. Selain itu, pembangunan dan pemeliharaan halte sangat dibutuhkan bagi kantor baru Kecamatan Mampang Prapatan dan halte Wali Kota Jakarta Selatan. Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga sangat diperlukan, terutama di Taman RC Veteran Bintaro, Jl. Wika Srengseng Sawah, Jl. Masjid Srengseng Sawah, Jl. Kahfi II Srengseng Sawah, Taman Tanjung I Tanjung Barat, serta Taman Bendi Kebayoran. Sedangkan penataan kawasan yang membutuhkan dukungan perangkat daerah tingkat provinsi meliputi penataan kawasan Transit Oriented Development/TOD (Pembangunan Berorientasi Transit) MRT Blok M, penataan trotoar dan bangunan pelengkap di sebelas lokasi, pembangunan RTH di lima taman, serta pembangunan rusun di bekas kantor Kecamatan Mampang Prapatan. Isu lain yang disinggung Munjirin adalah percepatan penurunan stunting. 792 balita stunting telah diintervensi melalui beberapa program, di antaranya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal, gerakan orangtua asuh, serta kolaborasi dengan pihak swasta atau Corporate Social Responsibility/CSR). Dalam peningkatan layanan masyarakat, dibutuhkan dukungan perangkat daerah tingkat provinsi untuk pembangunan kantor Kelurahan Tegal Parang. Selain itu, pembangunan gedung SMP negeri di wilayah Kelurahan Pasar Minggu dan relokasi atau rehabilitasi total SMP Negeri 185 di Kelurahan Grogol Utara. Dalam rencana kerja tahun 2026, Munjirin pun menekankan pembangunan Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru, Cilandak Barat, Karet Kuningan, Kebayoran Lama Selatan, Cipete Utara, serta Jati Padang.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Iin Mutmainnah mengungkapkan, 3.207 usulan di tingkat Pra-Musrenbang, yang terdiri dari 2.496 usulan fisik dan 711 usulan barang. Ketika melakukan survei teknis, terdapat 2.496 usulan fisik dengan 2.127 usulan direkomendasikan, sedangkan 369 usulan lainnya tidak direkomendasikan. Di tingkat sidang kelompok kelurahan, terhimpun 2.838 usulan, yang terdiri dari 2.127 usulan fisik dan 711 usulan barang. Di tingkat sidang kelompok kecamatan terdapat 2.756 usulan, dengan 2.092 usulan fisik dan 664 usulan barang. Dalam pengendalian banjir, Jakarta Timur menghadapi beberapa tantangan, antara lain daya tampung drainase yang berkurang, masih ada saluran mikro belum terbangun secara teknis dengan Saluran Phb (Penghubung). Selain itu, tinggi limpasan air (runoff) dari air hujan yang mengalir ke saluran, serta beberapa wilayah yang berkontur tidak rata. Iin menambahkan, dalam upaya pengendalian banjir, Pemkot Jaktim telah mengoptimalisasi fungsi waduk/setu/embung dan kali dengan pengerukan berkala. Di samping itu, telah dilaksanakan pula pembangunan Saluran Phb dan saluran mikro, membangun dan memelihara waduk, pembangunan/peningkatan pintu air, rumah pompa, serta unit pompa. Pemkot Jaktim juga telah mengupayakan pembangunan sumur resapan dan pemanfaatan waduk/embung sebagai pengendali banjir, sekaligus tempat rekreasi. Ia menilai, tawuran disebabkan oleh  kegiatan positif yang minim untuk anak muda, kurang peran masyarakat dalam membina anak-anak muda, serta terlalu mudah anak muda dalam mengakses media sosial melalui gawai. Karena itu, Pemkot menginisiasi deklarasi damai, melakukan Focus Group Discussion (FGD)) tentang strategi pencegahan tawuran, pembinaan dan pelatihan bagi pemuda eks tawuran, sosialisasi bahaya tawuran di sekolah, serta memasang Closed Circuit Television (CCTV) dengan dukungan CSR. Wilayah ini juga menghadapi tantangan lain, seperti  dunia usaha yang melemah, sehingga menyebabkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), angka pencari kerja tidak sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia, serta masih kurang kemampuan masyarakat untuk berwirausaha. Upaya yang telah dilakukan Pemkot Jaktim antara lain pelaksanaan job fair (bursa kerja), pelatihan keterampilan kerja yang berbasis kompetensi, pelatihan bagi peserta Jakpreneur, pendampingan bagi Tenaga Kerja Mandiri (Jakpreneur), serta optimalisasi promosi dan pemasaran produk unggulan daerah. Tantangan lain yang dihadapi wilayah ini adalah belum memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Cakung, padahal kecamatan ini memiliki jumlah penduduk terbanyak di Jakarta Timur.  Dalam upaya menyongsong Jakarta menuju Top 20 Global City, Pemkot Jaktim akan berupaya menata kawasan Cakung Barat menjadi kawasan terpadu dengan fasilitas rusunawa Cakung Barat, pendirian Gelanggang Olah Raga (GOR) , pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH), plaza, masjid, serta tempat pengelolaan sampah dan limbah. Iin menekankan dukungan penting Pemprov DKI dalam pembangunan SMP dan SMA di Kelurahan Cawang, Pondok Ranggon, serta Pondok Kopi. Sedangkan rehabilitasi dibutuhkan untuk SDN 13 Klender, pembangunan dani normalisasi saluran air serta turap, pembebasan lahan untuk jalan tembus dan pelebaran jalan di Kelurahan Pinang Ranti serta Pondok Bambu, perluasan Terminal Pinang Ranti, pembangunan dan perbaikan JPO di Kelurahan Utan Kayu Utara, Cipinang, dan Rawa Bunga, pembangunan RTH di Kelurahan Cijantung dan Pal Meriam, pembangunan pelican cross di Jl. I Gusti Ngurah Rai (ujung jalan Bulak Timur I), optimalisasi pembangunan Sentra Primer Baru Timur, serta Kawasan Batu Penggilingan sebagai destinasi wisata cagar budaya dan kuliner Jakarta Timur. 

Gubernur dan Ketua DPRD Mendukung Penuh

Menanggapi paparan dari setiap wilayah, Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Khoirudin mendukung penuh. Ia mengimbau seluruh pemangku kepentingan harus bekerja sama dalam pembangunan. "Dukungan sepenuh hati DPRD dengan Gubernur dan Wakil Gubernur demi kemajuan Jakarta", tegas Khoirudin.

Senada dengan apresiasi itu, Gubernur Pramono juga memberikan penghargaan dan dukungannya.  Ia menekankan kerja sama yang melibatkan Bappeda DKI Jakarta. "Koordinasi (yang) terintegrasi dengan Bappeda, Bu Atika dan jajarannya", ujar Pramono. Ia berpesan agar setiap komponen masyarakat dapat berperan dalam menjaga kondusifitas, serta membawa semangat positif yang menunjang kemudahan pembangunan di lapangan dengan prinsip efisiensi dan efektivitas, serta berorientasi kemudahan layanan publik. Pramono pun menggarisbawahi tantangan Jakarta ke depan adalah pengelolaan APBD yang efektif, transformasi Jakarta menjadi kota global dunia, serta sinkronisasi pembangunan daerah dan pembangunan nasional. Dijumpai wartawan usai sidang pleno, Gubernur Pramono menekankan, usulan pembangunan jangan hanya berdampak sesaat dan seremonial belaka.

Musrenbang 2025 sukses digelar dengan menekankan transformasi Jakarta sebagai kota global. Dengan demikian, penguatan infrastruktur, layanan dasar, fondasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan harus menjadi perhatian utama, sebagaimana tertera dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026.

Artikel Terkait
Aksesbilitas
Perbesar Text
Kecilkan Text
Readable Font
Atur Ulang / Reset