TENGKU MUNAWAR CHALIL
Pusat Kebijakan Publik dan Kepemerintahan, Institut Teknologi Bandung
BIMBI FLORENSISCA
Pusat Kebijakan Publik dan Kepemerintahan, Institut Teknologi Bandung
MUHAMMAD DAFFA MUSYARY
Pusat Kebijakan Publik dan Kepemerintahan, Institut Teknologi Bandung
Keywords:
Smart City; Super App; E-Government; JAKI; Sentimen Pengguna; Inovasi Layanan Publik.
Abstract
Penelitian ini mengkaji kinerja, persepsi publik, dan strategi optimalisasi aplikasi JAKI sebagai super-app layanan publik yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. JAKI berfungsi sebagai platform terintegrasi untuk pelaporan masalah kota, akses layanan kesehatan digital, serta penyediaan informasi publik secara real time. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods dengan mengombinasikan analisis data kuantitatif berupa statistik penggunaan aplikasi dan data kualitatif yang diperoleh dari analisis sentimen ulasan pengguna di toko aplikasi dan media sosial, serta wawancara dengan pakar tata kelola digital dan smart city. Pendekatan ini memungkinkan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas fungsi, tingkat penerimaan masyarakat, dan tantangan implementasi JAKI.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan JAKI meningkat signifikan dan mencapai puncaknya selama pandemi COVID-19, terutama karena tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan digital, informasi pandemi, dan pelaporan kondisi darurat. Namun, setelah pandemi mereda, terjadi penurunan penggunaan yang cukup konsisten akibat menurunnya relevansi layanan harian bagi sebagian pengguna. Analisis sentimen publik menunjukkan bahwa masyarakat menghargai kemudahan pelaporan cepat, integrasi layanan lintas sektor, serta akses konsultasi kesehatan digital. Di sisi lain, masih ditemukan keluhan yang dominan terkait keandalan teknis aplikasi, keterlambatan respons tindak lanjut laporan, serta kekhawatiran terhadap keamanan dan perlindungan data pribadi, yang berpotensi mengurangi kepercayaan dan loyalitas pengguna.
Penelitian ini memposisikan JAKI dalam konteks global dengan membandingkannya pada super-app layanan publik seperti Singpass di Singapura dan Smart App di Seoul. Perbandingan ini menegaskan bahwa keberhasilan super-app pemerintah sangat bergantung pada fokus terhadap fitur dengan tingkat utilitas dan frekuensi penggunaan tinggi, penerapan standar layanan yang jelas dan konsisten, serta integrasi prinsip keamanan sejak tahap perancangan sistem. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan optimalisasi JAKI melalui penyederhanaan fitur, peningkatan kualitas layanan inti, penguatan koordinasi dan respons antarinstansi, serta penerapan pendekatan security by design guna meningkatkan kepercayaan publik dan keberlanjutan penggunaan aplikasi.