BUDHI DHARMA, MPP
Universitas Indonesia
PEBRIANTO SYAFRUDDIN, M.KESOS
Universitas Indonesia
EKO BUDI WIBOWO, M.KESOS
Universitas Indonesia
ANUGRAH OKY PRATAMA, S.I.P
Universitas Indonesia
NALA TELIANA, S.SOS
Universitas Indonesia
HEDA ZAFIRAH S.KESOS
Universitas Indonesia
Keywords:
Perlindungan Sosial, Life Cycle, Bantuan Sosial, Kebijakan Kesejahteraan, Integrasi Program, Ketahanan Sosial
Abstract
Policy paper ini membahas pengembangan arsitektur perlindungan sosial berbasis life cycle sebagai upaya memperkuat efektivitas bantuan sosial di Provinsi DKI Jakarta. Pendekatan life cycle menempatkan individu sebagai pusat kebijakan dengan mempertimbangkan kebutuhan yang berbeda pada setiap tahap kehidupan, mulai dari anak-anak, usia produktif, hingga lanjut usia. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi kesenjangan dalam sistem bantuan sosial yang ada serta merumuskan model perlindungan sosial yang lebih adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi analisis kebijakan, studi literatur, serta pemetaan program bantuan sosial untuk menilai keterpaduan antarprogram dan ketepatan sasaran penerima manfaat. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun Jakarta telah memiliki beragam skema bantuan sosial, masih terdapat tantangan berupa fragmentasi program, keterbatasan integrasi data, serta belum optimalnya koordinasi lintas sektor. Oleh karena itu, diperlukan desain arsitektur perlindungan sosial yang mampu menyinergikan berbagai intervensi dalam satu kerangka strategis berbasis kebutuhan sepanjang siklus hidup. Policy paper ini merekomendasikan penguatan basis data terpadu, harmonisasi kebijakan, serta pengembangan mekanisme monitoring dan evaluasi guna meningkatkan akuntabilitas program. Implementasi model ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kerentanan sosial, serta mendukung pembangunan kota yang inklusif dan berketahanan.