MUHAMMAD FACHRI ARDIANSYAH
Bappeda Provinsi DKI Jakarta
Keywords:
Blok M, Business Improvement District (BID), tata kelola kawasan, ekonomi pengalaman, placemaking, kawasan kreatif, kota global
Abstract
Blok M merupakan kawasan urban strategis di Jakarta dengan potensi besar sebagai pusat budaya dan gaya hidup berbasis pengalaman. Namun, pola kunjungan yang masih didominasi aktivitas kuliner dan nongkrong menunjukkan rendahnya keberagaman pengalaman ruang. Permasalahan struktural seperti fragmentasi pengelolaan kawasan, kualitas ruang publik yang belum konsisten, lemahnya promosi, serta risiko gentrifikasi menghambat optimalisasi Blok M sebagai destinasi urban berdaya saing global. Policy paper ini bertujuan merumuskan model tata kelola kawasan yang kolaboratif dan berkelanjutan melalui pendekatan Business Improvement District (BID). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur, analisis kebijakan, pemanfaatan data sekunder survei pengunjung, serta studi komparasi praktik BID di London. Kerangka analisis mengacu pada teori experience economy, destination image, dan experience-based placemaking. Hasil kajian menunjukkan bahwa model BID relevan diterapkan di Blok M karena mampu mengintegrasikan peran pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam satu entitas pengelola kawasan berbasis pendanaan kolektif. Melalui penguatan dimensi spasial, simbolis, dan sensorial, Blok M berpotensi dikembangkan sebagai kawasan kreatif berbasis pengalaman yang mendukung visi Jakarta sebagai kota global.