MEMORI KOTA, MAGNET WISATA : OPTIMALISASI POTENSI KOTA TUA MENJADI MAGNET WISATA MENDUNIA MEMORI KOTA, MAGNET WISATA : OPTIMALISASI POTENSI KOTA TUA MENJADI MAGNET WISATA MENDUNIA

MEMORI KOTA, MAGNET WISATA : OPTIMALISASI POTENSI KOTA TUA MENJADI MAGNET WISATA MENDUNIA

ANNURY CITRA SERUNI
Bappeda Provinsi DKI Jakarta
Keywords: Kota Tua, Destinasi, Penelitian Komparatif, London

Abstract

Kota Tua adalah aset kunci untuk mewujudkan Jakarta sebagai “destinasi budaya dan kreatif yang terkenal” sekaligus pengungkit pencapaian peringkat Kota Global. Namun performanya masih tertahan oleh tiga akar masalah: (1) tata kelola kawasan yang terfragmentasi sehingga menghambat pengambilan keputusan; (2) pengalaman wisata yang belum konsisten (amenitas, event, narasi, dan standar desain fasad dan streetscape) belum terpadu; (3) kurangnya pemanfaatan data, teknologi, dan skema pembiayaan (adaptive reuse, insentif, endowment/CSR) untuk mengaktifkan aset yang menganggur. Akibatnya, lama tinggal wisatawan di Jakarta tetap pendek, belanja per kunjungan rendah, dan citra Kota Tua belum menonjol secara global. Analisis komparatif Jakarta dan London dan telaah teori daya saing destinasi (Dwyer dan Kim (2023); Cronjé dan du Plessis (2020); Selim et al. (2021)) menunjukkan: sumber daya inti Kota Tua-warisan arsitektur dan narasi 500 tahun-sangat kuat, tetapi tiga dimensi penentu daya saing masih lemah: (a) kualitas pengalaman dan kurasi narasi (storytelling lintas lokasi, program malam, creative retail), (b) infrastruktur dan akses (konektivitas first–last mile, kapasitas sanitasi dan kebersihan), (c) tata kelola dan manajemen (lembaga pengelola tunggal, panduan desain, pengendalian okupansi informal). Pembelajaran London menegaskan pentingnya satu entitas pengelola yang berdaya, code-led design (fasad, materialitas, warna, amenities), kemitraan pembiayaan, serta kalender event unggulan yang konsisten dengan identitas kawasan.
Published
2026-02-04
How to Cite

Seruni, A. C. (2025). Memori kota, magnet wisata: Optimalisasi potensi Kota Tua menjadi magnet wisata mendunia. Bappeda Provinsi DKI Jakarta.

Artikel Terkait
Aksesbilitas
Perbesar Text
Kecilkan Text
Readable Font
Atur Ulang / Reset