AULIA ARFIDA PARAMITA
Pusat Kebijakan Publik dan Kepemerintahan, Institut Teknologi Bandung
HANAFI KHOLIFATUL IMAN
Pusat Kebijakan Publik dan Kepemerintahan, Institut Teknologi Bandung
Keywords:
digitalisasi pelayanan publik, future job, kota global, PJLP, transformasi ketenagakerjaan
Abstract
Transformasi digital, otomatisasi, dan pergeseran menuju ekonomi berbasis
pengetahuan mendorong perubahan signifikan dalam struktur ketenagakerjaan
perkotaan, khususnya di kota global seperti DKI Jakarta. Dalam konteks ini, skema
Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) memegang peran strategis dalam
mendukung penyelenggaraan pelayanan publik, namun sekaligus menghadapi
tantangan keberlanjutan akibat perubahan kebutuhan keterampilan dan risiko
tergantikannya pekerjaan rutin oleh teknologi. Makalah kebijakan ini bertujuan untuk
mengkaji keberlanjutan sistem PJLP di era future job dengan menelaah peran dan
kontribusinya dalam pelayanan publik, mengidentifikasi potensi pergeseran bentuk
dan pola layanan di tengah digitalisasi dan otomatisasi, serta merumuskan
rekomendasi kebijakan yang adaptif dan berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) melalui studi
kebijakan, telaah literatur, survei instansi, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan
pemangku kepentingan terkait. Analisis dilakukan dengan mengaitkan kerangka kota
global, proyeksi pekerjaan masa depan, dan dinamika keterampilan tenaga kerja
terhadap struktur dan karakteristik jabatan PJLP di Jakarta. Hasil kajian menunjukkan
bahwa sebagian besar jabatan PJLP berada pada kategori rentan hingga menengah
terhadap disrupsi teknologi, terutama pekerjaan administratif dan layanan rutin,
sementara pekerjaan berbasis layanan sosial, teknis lapangan, dan fungsi yang
bersifat human-centered relatif lebih berkelanjutan.
Strategi yang direkomendasikan berupa regenerasi PJLP melalui penguatan reskilling
dan upskilling, penugasan ulang adaptif, serta reformasi kelembagaan untuk
membangun sistem ketenagakerjaan PJLP yang lebih inklusif, fleksibel, dan responsif
terhadap dinamika pekerjaan masa depan. Dengan demikian, pengelolaan PJLP tidak
hanya berorientasi pada efisiensi jangka pendek, tetapi juga menjadi instrumen
strategis dalam mendukung daya saing dan keberlanjutan Jakarta sebagai kota global
di era future job.