LIVE-WORK SPACE: PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS KOMUNITAS DI RUSUNAWA LIVE-WORK SPACE: PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS KOMUNITAS DI RUSUNAWA

LIVE-WORK SPACE: PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS KOMUNITAS DI RUSUNAWA

ADSKA DORA
Bappeda Provinsi DKI Jakarta
Keywords: live-work space, ekonomi kreatif, rusunawa, pemberdayaan komunitas, sociopreneurship, batik Marunda, kota global

Abstract

Pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas di lingkungan perumahan sosial merupakan strategi penting untuk menciptakan ruang tinggal produktif (live-work space) bagi warga rusunawa, khususnya perempuan. Studi kasus Batik Marunda di Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, menunjukkan potensi besar dalam memperkuat kapasitas ekonomi warga sekaligus melestarikan budaya batik sebagai warisan nasional. Namun, pengelolaan komunitas masih menghadapi keterbatasan pada aspek kelembagaan, pendanaan, dan akses pasar. Policy paper ini bertujuan merumuskan model pengembangan live-work space berbasis komunitas melalui studi komparatif dengan kawasan Hackney Wick dan Poplar di London. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan data primer dan sekunder, studi literatur, wawancara, serta komparasi studi kasus. Kerangka analisis mengacu pada konsep pembangunan sosial dan sociopreneurship. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan ekonomi kreatif komunitas ditentukan oleh kelembagaan yang adaptif, kolaborasi pentahelix, serta integrasi antara fungsi hunian dan produksi kreatif. Pendekatan ini berpotensi menjadikan rusunawa tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang produksi kreatif dan pemberdayaan sosial yang berkelanjutan.
Published
2026-02-04
How to Cite

Adska, D. (2025). Live-work space: Pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas di rusunawa. Bappeda Provinsi DKI Jakarta.

Artikel Terkait
Aksesbilitas
Perbesar Text
Kecilkan Text
Readable Font
Atur Ulang / Reset