Resiliensi Perempuan: Sokoguru Jakarta Menuju Kota Global dan Berbudaya Resiliensi Perempuan: Sokoguru Jakarta Menuju Kota Global dan Berbudaya

Resiliensi Perempuan: Sokoguru Jakarta Menuju Kota Global dan Berbudaya

Seluruh tamu undangan dan pengisi acara berfoto bersama dengan seluruh peserta kegiatan Diskusi Nasional dan Lokakarya.

JAKARTA, 8 April 2026, Memperingati International Womens Day, sebuah sinergi besar terjalin antara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dialog Nasional dan Lokakarya: Women Leadership in Resilience berlangsung di Ruang Pola, Balai Kota Jakarta. Forum ini mengupas tuntas keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan strategis sebagai pilar kemandirian nasional.

Membuka rangkaian sambutan, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menekankan bahwa status Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional memberikan peluang luas bagi penguatan perlindungan perempuan, terlebih pasca pengesahan UU No. 2 Tahun 2024.

"Melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, kami memastikan perempuan memiliki akses setara terhadap peluang pembangunan. Forum ini harus menjadi titik awal kolaborasi lintas sektor yang nyata," ujar Uus.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, mengingatkan, ketahanan nasional tidak dibangun dari atas, melainkan dari unit terkecil, yaitu keluarga yang bertumpu kepada perempuan. Dukungan internasional pun hadir dari Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, yang menyatakan kebanggaan Australia bermitra dengan Indonesia, untuk memastikan respons perubahan iklim dan bencana mampu mengatasi kesenjangan gender.

Wamen PPPA, Wamen Ekraf, dan Wamendukbangga sebagai narasumber Dialog Nasional dan Lokakarya.

Dalam dialog nasional ini, tiga wamen perempuan hadir sebagai narasumber, yakni Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan; Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif,  Irene Umar; serta Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. 

Veronica Tan menandaskan, keberhasilan resiliensi nasional bergantung pada edukasi dan perubahan pola pikir. Sedangkan Irene Umar menekankan pentingnya ketangguhan individu dalam ekosistem ekonomi kreatif. Sementara Ratu Ayu Isyana mengajak para ayah untuk ikut bertanggung jawab dalam membangun keluarga sebagai episentrum kekuatan bangsa.


Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, sebagai narasumber Dialog Nasional dan Lokakarya.

Dalam sesi Dialog Kebijakan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, memberikan perspektif mendalam mengenai bagaimana visi besar pemerintah pusat diturunkan dalam praktik baik di Jakarta. Atika mengungkapkan, di lingkungan Pemprov DKI, posisi pimpinan perempuan sudah menjadi hal yang lumrah, dengan lebih dari 15 Kepala Perangkat Daerah eselon II dijabat oleh perempuan.

Namun, Atika memberikan penekanan lebih spesifik kepada peran perempuan di level akar rumput. "Perempuan adalah sokoguru paling penting dalam menjaga resiliensi. Mereka memiliki insting, sensitivitas, dan empati yang luar biasa untuk menjadi identifier awal jika terjadi hal-hal yang memerlukan keputusan segera di lingkungan mereka," jelasnya.

Lebih lanjut, Atika menjelaskan langkah konkret Bappeda Provinsi DKI Jakarta dalam menyerap energi positif perempuan ke dalam perencanaan kota, di antaranya:

  • Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik: Menyediakan ruang spesifik bagi isu perempuan di tiap jenjang perencanaan.

  • Jakarta Future Festival: Inkubasi ide bagi Gen-Z dan mahasiswi untuk mempertajam konsep kota ramah perempuan.

  • Ruang Inkubasi: Memberikan kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan program mereka sendiri secara mandiri.

Atika Nur Rahmania menutup Sesi Dialog Kebijakan dengan pesan yang menginspirasi, "Never give up, bagaimanapun perempuan adalah masa depan bangsa ini."
Artikel Terkait
Aksesbilitas
Perbesar Text
Kecilkan Text
Readable Font
Atur Ulang / Reset