Pemprov DKI Perkuat Aksi Nyata Percepatan Penurunan Stunting melalui Pra Musrenbang Tematik 2026
Targetkan Prevalensi Turun hingga 14,2% di 2027, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Wujudkan Generasi Unggul Jakarta

Jakarta, (14/04) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) memperkuat komitmen percepatan penurunan stunting melalui penyelenggaraan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) Tematik Stunting Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Ruang Pola Benyamin Sueb, Balai Kota DKI Jakarta ini menjadi langkah strategis dalam menyusun arah kebijakan dan program prioritas penanganan stunting yang akan diintegrasikan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Pra Musrenbang Tematik Stunting menjadi forum penting dalam menyatukan langkah lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, perangkat daerah, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil, guna memastikan intervensi penurunan stunting berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan berdampak nyata. Forum ini tidak hanya mengevaluasi capaian program yang telah berjalan, tetapi juga mengidentifikasi berbagai tantangan serta merumuskan strategi percepatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Provinsi dalam keynote speechnya menegaskan bahwa stunting merupakan isu strategis yang harus ditangani secara komprehensif. "kegiatan ini merupakan bagian strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang inklusif, terarah, dan berbasis isu prioritas, khususnya percepatan penurunan stuntingââ¬Â ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa forum ini diharapkan menjadi wadah untuk menyelaraskan langkah antar pemangku kepentingan, memperkuat sinergi lintas sektor, serta merumuskan intervensi yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di DKI Jakarta tercatat sebesar 17,2 persen. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan penurunan angka tersebut menjadi 15 persen pada tahun 2026 dan 14,2 persen pada tahun 2027, sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025ââ¬"2029. Target ini menjadi bagian dari upaya besar meningkatkan kualitas modal manusia sebagai fondasi utama transformasi Jakarta menuju kota global.

Dalam forum ini, Wakil Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Deftrianov juga turut menyampaikan bahwa Pra Musrenbang Tematik Stunting ini merupakan amanat nasional dalam kerangka aksi konvergensi stunting dan berfungsi sebagai forum koordinasi, sinkronisasi, serta evaluasi lintas sektor sebelum pelaksanaan Musrenbang Provinsi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menyampaikan rencana program dan kegiatan percepatan penurunan stunting untuk tahun berjalan dan tahun perencanaan, termasuk penguatan layanan kesehatan ibu dan anak serta peningkatan literasi gizi masyarakat.

Di kesempatan yang sama Direktorat Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III, Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Iin Afriani juga memberikan pandangannya terkait evaluasi pelaksanaan aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Beliau menjelaskan fokus intervensi diarahkan pada kelompok sasaran kunci seperti remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, serta balita melalui layanan kesehatan dan pemenuhan gizi yang terintegrasi di seluruh wilayah.
Kegiatan ini juga diwarnai dengan penandatanganan deklarasi komitmen bersama oleh perwakilan perangkat daerah dan pemangku kepentingan sebagai bentuk penguatan sinergi dan tanggung jawab kolektif dalam percepatan penurunan stunting di DKI Jakarta. Selain itu, dilakukan pembahasan usulan prioritas program lintas sektor yang mencakup intervensi spesifik dan sensitif, mulai dari aspek kesehatan, pendidikan, hingga penyediaan layanan dasar.

Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026 menghasilkan daftar rencana program dan kegiatan prioritas yang akan menjadi bahan penyempurnaan Rancangan RKPD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2027. Hasil kesepakatan tersebut dituangkan dalam berita acara sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pencapaian target penurunan stunting secara terukur dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan bagian integral dari agenda pembangunan daerah, sekaligus langkah strategis dalam membangun generasi unggul menuju Jakarta sebagai kota global yang inklusif, produktif, dan berdaya saing tinggi.