Image

Jakarta (1/09), Laju inflasi DKI Jakarta dari Januari – Agustus 2020 mencapai 1,03% dan pada bulan Agustus 2020 terjadi deflasi -0,10% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) semula 105,48 menjadi 105,37. Kondisi ini dikarenakan adanya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga terbesar yaitu pada kelompok transportasi dengan nilai deflasi sebesar -0,79%, disebabkan oleh banyaknya diskon yang ditawarkan untuk menarik calon penumpang ditengah terpuruknya bisnis penerbangan saat pandemi Covid-19.

Berdasarkan rilis berita resmi Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, terdapat tiga komoditas yang memberi andil deflasi tertinggi pada Agustus 2020 yaitu angkutan udara sebesar -0,09%, daging ayam ras sebesar -0,07%,dan bawang merah sebesar     -0,03%. Dilain pihak, tiga komoditas yang memberi andil deflasi terendah yaitu wafer sebesar -0,0001%, ice cream sebesar -0,0001%, dan hand body lotion sebesar              -0,0001%.

Nilai ekspor DKI Jakarta pada bulan Juli 2020 senilai 819,44 juta U$ naik 18,28% dibandingkan bulan Juni 2020 yang semula 692,83 juta U$. Kenaikan ini salah satunya dipicu oleh oleh naiknya ekspor kendaraan dan bagiannya sebesar 72,98% dan barang-barang rajutan sebesar 58,87%. Adapun komoditi unggulan ekspor DKI Jakarta pada Juli 2020 yang meningkat dibandingkan Juni 2020 yaitu kendaraan dan bagiannya senilai 197,71 juta US$ naik 72,98%, mesin-mesin/pesawat mekanik senilai 48,10 juta US$ naik 36,63%, serta ikan dan udang senilai 72,27 juta US$ naik 14,48%. Sementara itu, komoditi unggulan ekspor DKI Jakarta yang menurun yaitu perhiasan/permata senilai 166,68 juta US$ turun -12,23% dan mesin/peralatan listrik senilai 30,78 juta US$ turun -10,47%. Selanjutnya, nilai impor DKI Jakarta pada bulan Juli 2020 senilai 3.331,77 juta US$, turun -15,77% dibandingkan bulan sebelumnya yang semula  3.955,74 juta US$.

Bidang pariwisata, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke DKI Jakarta melalui dua pintu masuk yaitu Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdana Kusuma, per Juli 2020 naik 240,47% dibandingkan Juni 2020, yang semula 924 kunjungan menjadi 3.146 kunjungan. Namun nilai kunjungan tersebut turun -98,82% dibandingkan Juli 2019.

Sumber Data : BPS DKI Jakarta Rilis 1 September 2020

Comments

Jakarta Dalam Angka Edisi September 2020
Pengunjung
  • Total Pengunjung