Image

Melalui video conference, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020, Kamis (23/04/2020). Sebagai Ibu Kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan sinkronisasi perencanaan pembangunan dengan pemerintah pusat karena sebagian besar yang dikerjakan pemerintah pusat, berlangsung di Jakarta.

Masa wabah Covid-19 memang telah berimplikasi pada perubahan tema RKPD di setiap Pemerintah  Daerah. Tema RKPD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2021 adalah ‘Pemantapan Pertumbuhan  Berkualitas untuk Stabilitas Pembangunan’. Beliau menggarisbawahi bahwa pemantapan pertumbuhan berkualitas ini berarti mengembalikan dan memulihkan, sehingga dampak kontraksi perekonomian yang besar ini segera bisa terselesaikan. Gubernur juga mendorong agar musrenbang ini dapat melahirkan terobosan serta ide perencanaan yang menumbuhkan optimisme dan fokus pada percepatan pemulihan ekonomi serta kehidupan masyarakat.

Musrenbang Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020 ini dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D. Mendagri yang memberikan arahan agar dokumen perencanaan Pemerintah Daerah tahunan (RKPD) untuk tahun 2021 agar disusun dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah, termasuk peluang dan tantangan yang dimiliki. Jakarta sebagai kota megapolitan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, ditambah mobilitas masyarakat daerah penyangga yang menyumbang angka kemacetan lalu lintas membuat situasi Jakarta menjadi sangat khas. Pertumbuhan ekonomi Jakarta selama ini cukup tinggi dari rata-rata nasional, terakhir 5.98 persen, di atas rata-rata nasional 5.02 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019 masuk dalam kategori sangat tinggi sebesar (80,76)  berada di atas rata-rata nasional (71,92), juga menempati peringkat tertinggi dari 7 provinsi di wilayah Jawa-Bali. Berdasarkan tren antara tahun 2015-2019, IPM Provinsi DKI Jakarta terus mengalami kenaikan yang signifikan diatas rata-rata nasional, menunjukkan pencapaian yang semakin membaik berdasarkan ukuran 3 variabel, yaitu pendidikan, kesehatan, dan pendapatan rumah tangga.

Pada Musrenbang tersebut Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta Nasruddin Djoko menyampaikan, bahwa musrenbang adalah bagian penting dalam perencanaan yang bertujuan agar pemerintah daerah mengetahui masukan dari masyarakat secara langsung, sebagai bagian dari proses perencanaan. Musrenbang tingkat provinsi ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari, tepatnya dari tanggal 23 sampai dengan 28 April 2020. Mulai hari Jumat (24/4), Bappeda Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pembahasan secara detail dari bidang Perekonomian dan SPKLH. Kemudian pada Senin (27/4), pembahasan musrenbang difokuskan di bidang Perekonomian, Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Sedangkan pada Selasa (28/4), pembahasan musrenbang dijadwalkan di bidang Pemerintahan dan Perekonomian.

Gubernur kembali menegaskan bahwa dampak pandemi Covid-19 tentunya mengakibatkan target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi bergeser cukup tajam. Namun demikian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap berkomitmen untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari Covid-19 terhadap perekonomian di tahun 2021 secara optimis yang berorientasi pada kesehatan serta kesejahteraan masyarakatnya.

Comments

Di Rumahku, Takbirku
Pengunjung
  • Total Pengunjung

Koneksi ke facebook

Belum terkoneksi ke widget facebook

Copyright © 2018 - Bappeda Provinsi DKI Jakarta

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta